.

Pentingnya Harga Pokok Produksi Dalam Penetapan Harga Jual

Price

Dalam dunia bisnis, tentunya ada saja hal yang dijadikan alat bersaing  antara satu produsen dengan produsen yang lain.   Salah satu hal utama yang sering  dipersaingkan dalam dunia bisnis adalah mengenai penentuan harga. Harga tidak dapat ditentukan secara sembarangan bagaimana kita ingin produk kita dihargai.  Harga  jugalah yang akan menjadi pertimbangan  para pembeli untuk tertarik membeli produk kita sesuai dengan nilai yang dia anggap sesuai.

Harga adalah masalah sensitif di dalam dunia usaha.  Harga produk telah menjadi salah satu alat perusahaan untuk bisa mencapai salah satu tujuan utama perusahaan, yaitu memperoleh laba yang optimal.  Di dalam harga, terkandung biaya produksi, laba, dan juga sebuah persepsi orang terhadap produk anda.  Dan sampailah kita dalam pertanyaan yang satu ini, sudahkah anda menetapkan harga jual dengan tepat?

Salah satu unsur  dalam penetapan harga jual dengan baik adalah dengan mengetahui dan menghitung Harga Pokok Produksi yang biasa kita kenal dengan HPP secara cermat dan tertib.  Harga Pokok Produksi memiliki pengertian sebagai  keseluruhan biaya yang kita keluarkan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa.  Harga Pokok Produksi (HPP) ini sering digunakan dalam akuntansi untuk melihat seberapa sehat/baiknya usaha anda dalam beroperasi diproses produksi dan menemukan area mana yang dapat anda perbaiki sehingga dapat memperkecil HPP produk anda tersebut.

Saran saya adalah anda sebagai seorang wirausaha jangan pernah menyepelekan Harga Pokok Produksi. Karena dengan menjadi seorang wirausaha dan berbisnis, maka saat itu juga kita harus mempunyai komitmen yang kuat untuk bisa tertib menjalankan dan mengembangkan bisnis, agar bisa terus berkembang pesat dan Harga Pokok Produksi ini adalah salah satu ‘senjata’ anda untuk bersaing dengan para pesaing anda.

Dalam prakteknya cara untuk menghitung harga pokok produksi ini sebenarnya cukup mudah dan tidak sesusah bayangan anda.  HPP dapat anda temukan ketika anda  menjumlahkan semua biaya-biaya yang anda keluarkan dalam rangka memproduksi suatu barang/jasa. Biaya-biaya tersebut antara lain adalah:

  1. Harga Bahan Baku
  2. Harga Bahan-Bahan Pendukung (jika ada)
  3. Upah Tenaga Kerja yang ikut memproduksi barang atau jasa tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung
  4. Biaya Overhead; biaya overhead ini bisa berupa biaya listrik, air yang digunakan selama proses produksi.

Dengan menghitung bagian-bagian dari harga pokok produksi yang telah disebutkan diatas dengan tepat, maka anda akan dengan mudah memperoleh harga pokok suatu produk/jasa per satuan unit.  Ketika anda sudah memperoleh harga pokok per satuan unit, anda bisa menentukan berapa prosentase keuntungan yang anda inginkan dengan memberi mark up prosentase kedalam harga pokok produk anda, maka itulah harga jual anda.

Jika anda tertib melakukan step by step perhitungan harga pokok produksi, maka anda juga dapat dengan mudah menyesuaikan harga jual produk anda di setiap kondisi dan di setiap level pasar yang ingin anda tuju dalam pemasarannya.  Untuk lebih jelas mengenai rumus dari harga pokok produksi ini, anda dapat dengan mudah mendapatkannya di internet atau buku-buku akuntansi keuangan dan akuntansi biaya yang banyak tersedia di sekitar anda.

Konsultan Surabaya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply